Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/parenting.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/parenting.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/parenting.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Parenting @ Sufehmi.com » 2006 » April

Archive for April, 2006

Sekolah Swadaya - diskusi dengan penyelenggara sekolah gratis

Wednesday, April 26th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/parenting.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Malam ini saya baru saja menelpon Pak Deni Wahyudi (DW), salah seorang penyelenggara sekolah (SMP) terbuka di daerah Bekasi. Sangat menarik, siapa sangka ternyata di Indonesia ini masih ada sekolah yang gratis DAN berkualitas ?

Keypoints :

  • Ijazah: Sama dengan seperti yang bersekolah biasa, dan diakui oleh Diknas.
  • Raport: Sama dengan seperti yang bersekolah biasa, dan diakui oleh Diknas.
  • Lokasi: bisa di mana saja, tidak perlu mengeluarkan biaya. Ada yang di mesjid, teras rumah, aula pertemuan, dst.
  • Materi pelajaran: Diberikan gratis oleh Diknas & Sekolah Rakyat. Pengajar cukup bisa berkonsentrasi mengajar.
  • Pengajar: Relawan yang tidak dibayar. Mungkin bisa diganti dengan para ibu-ibu dari anak-anak tersebut sendiri, berganti-gantian sehingga tidak merepotkan.
  • Seragam: Tentu saja jadi bebas dari seragam :-)
  • Waktu belajar: Bebas, sesuai kesepakatan antara pengajar dengan anak didik.
  • Ringkasan cara pendirian: cari lokasi, cari pengajar, kontak Yayasan Sekolah Rakyat (untuk dukungan teknis dan materi pelajaran), cari anak didik (minimal 15 orang), cari SMP negeri yang akan menjadi induk - mulai berjalan.
  • Tingkat pendidikan: Sepertinya pada saat ini baru ada dukungan untuk SMP terbuka. (belum ada untuk SD/SMU ?)

TKBM (Tempat Kegiatan Belajar Mandiri) yang dikelola oleh DW didirikan pada tahun 1996. Sampai saat ini masih terus berjalan, dan telah meluluskan 10 angkatan. Pada awalnya berlokasi di mesjid, namun seiring dengan berjalannya waktu, ada beberapa donatur yang bersimpati sehingga kemudian tidak hanya bisa menyewa lokasi belajar, namun juga bisa mulai memberikan sedikit kompensasi kepada para pengajarnya.

TKBM tersebut meng-induk ke sebuah SMP negeri di dekatnya. Kepala sekolah SMP tersebut justru senang, mungkin karena Diknas menghargai sekolah yang mau menjadi induk bagi TKBM.
Menginduk disini setahu saya tidak merepotkan pihak sekolah yang bersangkutan sama sekali - hanya sekedar formalitas dimana nomor induk siswa, ijazah, dan raport akan berasal / bertuliskan nama sekolah induk tersebut.

Waktu belajar TKBM ini cukup unik, yaitu mulai dari pukul 16:00 s/d 20:00. Sepertinya kebanyakan relawan TKBM adalah pekerja kantor, sehingga waktu belajarnya adalah setelah jam kerja mereka.

Pada awalnya, masyarakat sekitar merasa pesimis dengan TKBM ini. Bagaimana dengan kualitasnya, status siswanya, dst.
Namun akhirnya, kini justru bahkan yang secara ekonomi mampu ikut mendaftarkan anaknya ke TKBM, karena kualitasnya yang telah terbukti. Tentu saja para pengelolanya terpaksa menolak, karena prioritas SMP Terbuka adalah untuk anak-anak yang secara ekonomi tidak mampu untuk bersekolah biasa.

Kendala utama TKBM adalah lokasi, tenaga pengajar dan waktu mereka.
Disini saya menyampaikan beberapa ide solusinya, seperti memberdayakan para siswa itu sendiri.
Lokasi adalah rumah-rumah yang cukup luas untuk digunakan. Sedangkan para pengajarnya adalah ibu dari para siswa yang mampu. Ada gilirannya, sehingga tidak merepotkan. Dst.

Pak Deni kemudian memberikan informasi mengenai seorang contact person di Sekolah Rakyat, yaitu Pak Ludi. Tentu saja bagi yang berminat juga bisa langsung menghubungi Yayasan Sekolah Rakyat, di 021 70174410.

Demikian informasi yang bisa di posting pada saat ini. Untuk selanjutnya saya akan mengkontak Bpk. Ludi, sehubungan dengan seorang kawan saya yang tertarik untuk membuka sekolah terbuka. Dan juga menyampaikan informasi ini kepada sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan anak-anak.

Ternyata, membuka sekolah gratis itu tidaklah terlalu sulit.
Cuma, banyak orang yang tidak tahu, bahwa ada alternatif ini (sekolah gratis). Jadi, sebarkanlah informasi ini kepada semua orang yang mungkin bisa memanfaatkannya. Terimakasih atas bantuan Anda.

Links:
[ Yayasan Sekolah Rakyat ]
[ Sekolah Rakyat @ Wikipedia ]
[ Ancol dan Sekolah Rakyat ]

Kuman Matematika

Wednesday, April 12th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/parenting.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Tadi ngobrol-ngobrol dengan istri, dia cerita bagaimana senangnya Umar bermain matematika, walaupun umurnya baru 4 tahun.
Jadi dapat ide, coding sedikit, maka jadilah spreadsheet pembuat soal-soal matematika : [ Kuman Matematika ]

Pemakaiannya cukup mudah :

1. Download
2. Dobel-klik
3. Ketikkan angka maksimum
4. Ketikkan jumlah soal yang ingin dibuat
5. Klik tombol “Buat Kuman”
6. Untuk menghapus soal, klik tombol “Clear”

Kuman Matematika membutuhkan Excel 95 minimum.
Jika ada yang punya waktu untuk membuat versi OpenOffice-nya, email saja kepada saya, maka nanti akan saya posting disini juga.

Semoga bermanfaat.
[ Download Kuman Matematika ]

keywords: kumon math matematika

Tunas Cendekia

Monday, April 10th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/parenting.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Tadi malam ketemuan dengan Yudhis dari Yayasan Tunas Cendekia (YTC) di Buzz cafe, dekat RS Pondok Indah. Dulu sewaktu YTC pertama kali launch sempat mampir ke situsnya, tapi kemudian lupa dengan kesibukan2 lainnya. Ternyata alhamdulillah perkembangan YTC termasuk cukup bagus, 65000+ gelang sudah terjual (dalam satu tahun saja). Dan, masih banyak lagi berbagai achievements lainnya.

Baru ketahuannya sebabnya kemarin itu. Ada beberapa orang yang menganggap saya kreatif, tapi ketika bertemu Yudhis, sampai overload mendengar berbagai ide-idenya untuk memasarkan (ya, melihat Yudhis jadi ingat dengan seorang marketer senior yang pernah saya temui) kepedulian dengan sesama. Bagaimana agar orang-orang yang lupa dengan sesamanya, karena kesibukannya sehari-hari dan berbagai hal lainnya, bisa ingat lagi, dan ikut membantu, dengan cara yang mudah bagi mereka.
Mudah-mudahan makin banyak usaha sosial lainnya yang bisa kreatif dan attitude nya positif seperti ini juga.

Please keep it up mas, dan mudah-mudahan saya bisa ikut berkontribusi juga.