Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/parenting.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/parenting.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/parenting.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Parenting @ Sufehmi.com » 2006 » June

Archive for June, 2006

Catatan singkat dari Seminar Homeschooling

Monday, June 19th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/parenting.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Walaupun terlambat sekitar 1 jam karena harus mengambil raport anak saya dulu, alhamdulillah kami masih sempat menghadiri acara seminar homeschooling di Gedung Depdiknas.

Mengesankan sekali, ruang acara penuh sesak. Sampai ada beberapa yang berdiri di belakang. Mungkin ada sekitar 300 - 400 peserta pada acara tersebut. Syukurnya masih ada 2 kursi kosong, walaupun terpisah, sehingga saya dan istri tidak duduk berdampingan. Resiko datang terlambat :)

Acara pada awal-awalnya banyak membahas technicalities & legislasi seputar homeschooling. Cukup menentramkan karena homeschooling sudah ada landasan hukumnya, dan telah diakui oleh Depdiknas. Sehingga para peserta homeschooling bisa mendapatkan ijazah juga. Kini sedang diusahakan agar homeschooling ini mendapat perhatian & dukungan yang lebih besar lagi dari Depdiknas.

Yang paling menarik adalah presentasi dari Kak Seto. Efficient, very interesting, to the point, dan penuh dengan wawasan-wawasan baru (at least bagi kami). Kak Seto adalah salah satu presenter terbaik yang pernah kami lihat.
Di presentasinya dibahas bagaimana cara untuk mendidik anak yang baik (mengarahkan bukan mendikte, menjadi kawan bukan diktator, dst), berbagai contoh kekeliruan dalam mendidik anak, berbagai kelebihan homeschooling, mengapa homeschooling, dll.
Saya merekam presentasi itu, tapi sayang ternyata hasilnya kurang jelas. Mudah2an ada yang merekam dan hasilnya bagus, monggo kalau bisa di-share dengan kita semua.

Ada juga presentasi dari sponsor. Telkom mempresentasikan mengenai produk eLearning / distance learning mereka yang berbasis web. Sayang presentasi yang dibawakan adalah yang generik, sepertinya adalah yang biasa mereka bawa ke presentasi di perusahaan / corporation. Sehingga kurang relevan untuk para peserta.
Mungkin di masa depan bisa dibuat produk elearning khusus homeschoolers - sehingga kita tinggal membuka website eLearning Telkom dalam kegiatan pendidikan anak-anak kita di rumah. Tentu saja dengan membayar biaya langganan ya. Saya kira ini bisa menjadi peluang bisnis bagi divisi eLearning Telkom.

Karena keterbatasan waktu, maka moderator (Dewi Hughes) kemudian membuka forum tanya-jawab yang terbatas. Tiba-tiba dia di interupsi oleh seorang peserta, yang menuntut agar peserta diberi waktu untuk memberikan tanggapan.
Moderator menerima, dan ybs diberi kesempatan sebagai pemberi tanggapan pertama.

Ternyata, ybs malah mengkritik/menasehati mengenai kehidupan pribadi Dewi Hughes. Di depan 400 orang !
Satu contoh yang memalukan dari umat Islam (mbok ya sebelum memberi nasehat, belajar dulu fikih / etika dakwah). Moderator agak terkesiap, dan bisa sangat mengerti jika dia merasa tersinggung karenanya. Segera moderator mengingatkan peserta ybs untuk menyampaikan apa yang dia sendiri minta tadi, yaitu tanggapan untuk acara tersebut.
Disini saya semakin merasa malu melihat orang ini. Ternyata, tidak ada tanggapan yang dia sampaikan di pidatonya yang panjang lebar ini, malah pertanyaan-pertanyaan. Tidak itu saja, setelah mengatakan bahwa ini yang terakhir, ternyata setelahnya ybs menambah pertanyaannya satu lagi. Total ada 4 pertanyaan yang diajukan, dan nol tanggapan. Shame on this guy.

Penanggap setelahnya cukup bagus, mengingatkan agar Depdiknas mau memberikan prioritas pada homeschooling. Yang mengejutkan, ternyata ibu berbaju biru ini ditendang dari sekolah tempat dulu dia bekerja karena dia adalah guru yang populer di kalangan muridnya ! Dengan tuduhan menggalang massa (hah?), maka dia dipecat.
Kejadian ini persis seperti yang dialami oleh kawan saya - sebagai kepala sekolah, dia sangat memperhatikan anak muridnya; mereka diperlakukan dengan baik dan penuh kasih sayang. Hasilnya ? Dia ditendang oleh yayasan pemilik sekolah tersebut, karena mereka ketakutan dengan popularitasnya ini ! (WTF)

Apakah begini potret sekolah kita masa kini - pribadi-pribadi yang peduli dan berkualitas justru diusir ? Jika ya, maka semakin besar saja minat saya dengan homeschooling ini.
Kebetulan salah satu anak saya sudah menjadi korbannya - dia menjadi korban bullying, kawan-kawannya ada yang pencuri, ada anak laki yang senang menyiksa perempuan; dan gurunya tidak peduli sama sekali.

Setelah para penanggap (total 3 orang) selesai, maka kemudian sesi tanya-jawab dimulai. Sayangnya saya tidak bisa memperhatikan betul-betul, karena sudah perlu segera kembali ke rumah.

Bagi yang berminat namun tidak sempat menghadiri acara ini, Anda tetap bisa mendapatkan informasi yang Anda butuhkan dari komunitas ASAH PENA (Asosiasi Sekolah rumAH dan PENdidikan Alternatif); via email asahpenaindonesia@yahoo.com, atau mailing list asahpenaindonesia@yahoogroups.com

Semoga bermanfaat.

Susu Formula = Pemborosan yang tidak perlu !

Wednesday, June 14th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/parenting.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Saya sering melihat ibu-ibu yang berusaha membeli susu untuk anaknya, sedangkan jelas bahwa sebetulnya ini berat bagi mereka. Sedih sekali melihatnya, bagaimana masyarakat kita sudah terlanjur terkecoh, sepertinya susu formula adalah yang terbaik bagi bayi kita.

Padahal, di Inggris saya hampir tidak pernah berhasil menemukan susu formula dijual di toko-toko ! Kita juga sangat dipuji jika kita menyusui anak-anak kita. Ya, pemerintah negara lain yang peduli dengan rakyatnya sudah lama mengkampanyekan manfaat susu ibu.

Kini pemerintah Amerika juga sudah mulai mengkampanyekan penolakan terhadap susu formula, termasuk usulan untuk mewajibkan label peringatan di kotak susu formula.
Ya, susu formula rencananya akan diperlakukan seperti rokok ! Karena bahayanya terhadap ibu & bayi.

Sudah MAHAL, bisa menyebabkan bahaya pula.

Bagaimana caranya agar bisa lebih banyak orang yang tahu ? Posting ini adalah salah satu yang bisa saya lakukan.
Please help as much as you could.

Ingat, zaman dahulu ibu-ibu kita tidak memberikan susu formula, dan anak-anaknya tetap bisa berprestasi dengan baik. Tanya ken-apa …

Berbagai kelebihan ASI versus susu formula :

  • Mempererat rasa kasih sayang antara ibu & anak, terutama dengan naiknya tingkat oxytocin di tubuh ibu, yang memberikan efek menenangkan
  • Membantu membangun kekebalan tubuh bayi
  • Perlindungan terhadap meningitis, infeksi pernafasan, pneumonia, infeksi perut, diare, infeksi telinga, dll
  • Jika bayi terkena sesuatu penyakit, maka penyembuhnya biasanya akan selesai dibuat oleh kekebalan tubuh ibunya dalam waktu 3-4 hari, dan kemudian disampaikan kepada bayi melalui ASI
  • Mencegah bakteri dan virus menempel di sel tubuh bayi, sehingga virus / bakteri bisa dikeluarkan dari tubuh bayi melalui kotorannya
  • Bertindak seperti vaksin - ada sedikit kuman di ASI, tapi tidak membuat sakit; sekedar cukup untuk menimbulkan reaksi dari kekebalan tubuh sang bayi
  • Meningkatkan perkembangan otak bayi
  • Bayi yang disusui dengan ASI cenderung untuk tidak obese / gemuk berkelebihan di kemudian hari
  • Menyusui membantu ibu untuk menurunkan berat badannya setelah melahirkan - banyak kalori yang dibutuhkan untuk membuat ASI
  • Mencegah kanker payudara pada sang ibu
  • Menurunkan resiko diabetes, kanker rahim, dan osteoporosis bagi sang ibu
  • dll

Semoga bermanfaat.

note: perkecualian tentu saja bagi ibu-ibu yang mengalami masalah / kesulitan untuk menyusui anaknya karena satu dan lain hal. Untuk mereka, setahu saya ada beragam solusinya, yang bisa didapatkan dari berkonsultasi dengan dokternya masing-masing.

Seminar Homeschooling

Wednesday, June 14th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/parenting.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Asah Pena Indonesia dan Penerbit Progressio mempersembahkan:

Seminar Homeschooling

Bersama:
Kak Seto Mulyadi, Psi, MPsi
Dr. Ratna Megawangi (*)
Yayah Komariah
Santi WE Soekanto, Psi

Moderator:
Dewi Hughes

Waktu:
Minggu, 18 Juni 2006
Pukul 09:00 - 13:00

Tempat:
Ruang sidang Graha Utama
Gedung A lt. 3, Departemen Pendidikan Nasional
(persis setelah Ratu Plaza)
Jl. Jend. Sudirman Jakarta

Investasi:
Rp 100.000 (snack, makalah, doorprize)
Rp 150.000 untuk pasangan suami - istri

Pendaftaran:
BCA Cab. Pasar Minggu,
No.Rek 128.102.6840, a/n Panca Wardaningsih
Fax bukti transfer ke 021 - 781 5441

Informasi lebih lanjut:
Yayah: 0888 176 5303
Nining: 0813 1486 9953
email: asahpenaindonesia@yahoo.co.id

(*) dalam konfirmasi